Dear..
Setelah sekian banyak hambatan yang telah aju lalui bersamanya, akhirnya waktu itu datang,, waktu pernikahan yang aku damba dambakan, namun entah kenapa semakin dekat hari itu semakin beaar cobaan yang harus aku lalui, ia dan aku yang sering kali beda pendapat, aku yang semakin tau sifat aslinya, kadang bimbang dengan keputusan aku sendiri, pantaskah aku dengan orang yang seperti dia,, dia yang selalu mengancamku dengan membatalkan pernikahan ini, dia yang selalu mencaci maki aku, dia yang semakin hari semakin berani memukuli dengan tangannya sendiri, namun aku tetap memilihnya, bukan katna cinta, mungkin lebih kepada rasa yang aku sendiri tak tau apa namanya,,
Seminggu sebelum hari H..
Aku yang sibuk mengurusi semuanya, sedangkan dia hanya bisa memegang gadet dan gila dengan dunia mayanya sendiri, chatting, online di ig dan apapun itu membuat ia lupa akan tugasnya, kadang jika gadgetnya mati ia lebih galau dibanding orang yang ga makan 3 hari,, lantas apa yang ada disana, mengapa gadget begitu berarti baginya dibanding semua ini,,
Kadang kala aku sendiri terdiam, seakan tersentak dari mimpi, sadar akan pendapat orang lain tentangnya yang tak pernah kudengar, bahkan pendapat saudara dan ibuku kadang tak pernah ku usik sedikitpun karna aku yakin aku benar kali ini, tapi semakin hari semakin aku sadar,, mungkin mereka ada benarnya,, namun apa yang mau dikata, waktu terus berjalan dan hari itu semakin dekat,,
2 hari sebelum hari H,,
Aku mendapati kabar bahwa akan ada orang tua angkatnya yang datang, karena dia dari kecil hidup sebatang kara dan saat mendengar kabar itu ia tampak bahagia karena dihari istimewa itu ada keluarga yang menyaksikanya,, karena dalam khayalnya ia akan sendiri dihari itu,, lantas siapa mereka ?? Mengapa aku tak pernah mengenal mereka padahal aku sebentar lagi akan menjadi keluarga mereka,,
Mereka adalah keluarga angkatnya yang sudah lama menjalin hubungan baik, dimulai dari rekan bisnis, si "H" mengenal calon suamiku sebagai rekan bisnis, mereka selalu contact setiap saat, bahkan aku sendiri sentak berpikir, apa benar mereka rekan bisnis, mengapa hubungan mereka sepertinya begitu dekat, tak seperti orang lain diluar sana,, "H" yang sering kali menghubungi dia, setiap saat, chatting setiap waktu, bahkan aku sendiri yang akan menjadi istrinya tak seintensif dia, "H" yang menelvon seperti orang makan melebihi 3x seharinya, ktika dia telat membalas atau mengabarinya, Dia pasti langsung menghubungi, apa masih pantas ini disebut tmn bisnis?? Aku sendiri kadang jengkel, kadang menegur calon suamiku tapi yang ada malah aku yang dibentak, hm, sudahlah,
Ternyata pikiranku benar, mereka bukan hanya sekedar teman bisnis, calon suamiku ini dikenalkan oleh "H" keekeluarganya hingga merekapun akrab dan mengangkat ia jadi anaknya,, dan beberapa sebelum menikah, akhirnya mereka mengakui kepadaku kalau mereka memang dekat dan bukan hanya sekedar teman bisnis, mereka saling suka !! Dan ketika itu akupun tak berpikir panjang, aku mengatakan kepada "H" kalo memang kalian saling mencintai, baiklah,, biar aku yang mundur, aku akan tinggalkan mereka, namun mereka berdua mengelak, "H" dan calon suamiku memutuskan utk tidak melanjutkan hubungan mereka itu, lantas,, aku ini dianggap apa diantara mereka, mengapa seolah olah aku ga ada diantara mereka dan aku kira setelah ini mereka akan menjauh tapi aku salah, tak ada yang berubah, tetap saja seperti itu malah aku sendiri kaget ketika "H" akan datang dipernikahanku sebagai keluarga calon suamiku, aku tak paham apa yang terjadi, karna aku sendiri juga tak pernah berfikir akan seperti ini,
Hari itu datang,, hari pernikahanku, lantas orang yg ditunggu tak kunjung datang, gelisah yang aku lihat pada calon suamiku, bukan karena gugup akan ijab tapi gugup karena mereka belum datang, tapi apa ?? Setelah mereka datang acarapun berlangsung dan berubahlah semua, aku kira akan seperti itu tapi tidak,, suamiku ternyata sekarang mendahulukan mereka daripada aku yang jelas sekarang menjadi istrinya, ia berani meninggalkan aku hanya demi keluarga angkatnya yang baru kemaren sore ia kenal,, suamiku berani meninggalkan aku dirumah hanya demi membahagiakan keluarga tu, dihari acara pernikahan yang belum selesaipun mereka masih bisa membwa suamiku tanpa mengajakku, aku kira mereka akan mengganggap aku keluarga juga tapi tidak, aku kira "H" itu akan tau diri ternyata tidak,,
Setelah selesai acara akupun, "H" pun masih tetap menghubungi suamiku sekarang dengan modus sodara, tapi apa, "H" itu malah menjadi dan mengemis cinta ke suamiku, dan bodohnya suamiku melayani dan tidak memikirkan aku,, sejak hari itu jadilah aku no 2,,
Aku hanya prioritas yang kesekian oleh suamiku, ktika "H" meminta suamiku datang ke bandung, ia datang, sendiri !! Dengan alasan bisnis, alasan keluarganya, berbagai alasan suamiku lontarkan agar bisa kesana, aku ?? Aku hanya bisa mengiyakan dan membiarkan mereka karena dalam pikiranku mereka sekarang ga mungkin melanjutkan hubungan yang dulu, karena aku sudah menjadi istrinya dan sudah menjadi keluarga mereka juga,,
Tapi disitulah kebodohanku,
Aku pikir mereka akan biasa tapi ternyata setiap kali aku publish foto pernikahanku, "H" langsung cemburu dan meminta kesuamiku utk menasehatiku agar tidak mempublish itu semua karena dia merasakan cemburu yang teramat dalam melihat itu semua, dan suamikupun mengiyakan dan akulah yang jadi penyebab semuanya, apa aku salah membagikan kebahagiaanku?? Aku diam memikirkan hati orang lain namun apa ada yang memikirkan perasaanku..??
Sejak itu aku baru sadar, sepertinya aku salah,aku bodoh, karena sekarang suamiku lebih memikirkan perasaan "H" tu dari aku, mendahulukan keluarga angkatnya itu dibanding aku, bagaimana aku tak merasa bodoh, ketika kami bertiga jalan, "H" berani saja memegang tangan suamiku didepanku, mengelus pipinya seakan menenangkan, dan aku hanya bisa diam, karena kalo aku bicara, bukannya dibela tapi malah akubyang dibentak, aku dicaci maki bahkan aku disakiti oleh tangan suamiku sendiri, hm,, posisiku salah sepertinya,,
Sebulan berlalu, pernikahan yang semua orang bahagia karenanya, aku malah mendapati sebaliknya, tak ada rasa bahagia sedikitpun yang aku dapat karena setelah menikahpun aku merasa tidak ada yang berubah, aku sepeti bukan siapa2 bagi mereka, dan setiap ada pertengkaran pasti karena suamiku yang membela "H" didepanku, ntah siapa istrinya, ntah siapa yang ia jaga perasaannya,, setiap aku publish foto kami, aku dibentak, lalu ketika "H" mengupload foto suamiku dan mengatakan i love you turn the moon and back, suamiku hanya diam dan mengatakan yaaa sudahlah, hak dia menulis apaa,, adilkah ini???
Tapi bukan sekedar itu saja, mereka berdua seakan sedang membuat cerita drama sendiri, mereka didepanku yang terlihat biasa, dibelakang beda, "H" yang didepanku mengatakan aku sebagai adiknya, dibelakangku malah mencaci aku dihadapan suamiku, "H" yang mengatakan sudah tak ada rasa lagi cuma sebatas sodara, dibelakangku malah mengemis cinta suamiku, dan suamiku yang didepanku mengatakan akan memutuskan komunikasi mereka malah jika aku tak ada mereka dalam diam tetap saja berhubungan, dan aku hanya sebagai boneka yang ada diantara mereka, yang sesuka hati mereka mainkan agar mereka tertawa lepas,,
Sekarang,, aku meminta suamiku memilih aku atau keluarga angkatnya itu, dan ternyata ia memilih keluarga,, setidaknya detik ini aku paham, mungkin pernikahan ini tak berarti baginya, dan aku,, mungkin hanya pilihan yang sudah tak lagi menjadi prioritasnya,, padahal sebenarnya "H" sudah menikah 8 th yll dan memiliki 2 orang anak laki2,, trs kenapa dia masih menginginkan suamiku???