Kamis, 16 Juni 2016

Misteri di lembaran baru

Dear..
Setelah sekian banyak hambatan yang telah aju lalui bersamanya, akhirnya waktu itu datang,, waktu pernikahan yang aku damba dambakan, namun entah kenapa semakin dekat hari itu semakin beaar cobaan yang harus aku lalui, ia dan aku yang sering kali beda pendapat, aku yang semakin tau sifat aslinya, kadang bimbang dengan keputusan aku sendiri, pantaskah aku dengan orang yang seperti dia,, dia yang selalu mengancamku dengan membatalkan pernikahan ini, dia yang selalu mencaci maki aku, dia yang semakin hari semakin berani memukuli dengan tangannya sendiri, namun aku tetap memilihnya, bukan katna cinta, mungkin lebih kepada rasa yang aku sendiri tak tau apa namanya,,

Seminggu sebelum hari H..
Aku yang sibuk mengurusi semuanya, sedangkan dia hanya bisa memegang gadet dan gila dengan dunia mayanya sendiri, chatting, online di ig dan apapun itu membuat ia lupa akan tugasnya, kadang jika gadgetnya mati ia lebih galau dibanding orang yang ga makan 3 hari,, lantas apa yang ada disana,  mengapa gadget begitu berarti baginya dibanding semua ini,,

Kadang kala aku sendiri terdiam, seakan tersentak dari mimpi, sadar akan pendapat orang lain tentangnya yang tak pernah kudengar, bahkan pendapat saudara dan ibuku kadang tak pernah ku usik sedikitpun karna aku yakin aku benar kali ini, tapi semakin hari semakin aku sadar,, mungkin mereka ada benarnya,, namun apa yang mau dikata, waktu terus berjalan dan hari itu semakin dekat,,

2 hari sebelum hari H,,
Aku mendapati kabar bahwa akan ada orang tua angkatnya yang datang, karena dia dari kecil hidup sebatang kara dan saat mendengar kabar itu ia tampak bahagia karena dihari istimewa itu ada keluarga yang menyaksikanya,, karena dalam khayalnya ia akan sendiri dihari itu,, lantas siapa mereka ?? Mengapa aku tak pernah mengenal mereka padahal aku sebentar lagi akan menjadi keluarga mereka,,


Mereka adalah keluarga angkatnya yang sudah lama menjalin hubungan baik, dimulai dari rekan bisnis, si "H" mengenal calon suamiku sebagai rekan bisnis, mereka selalu contact setiap saat, bahkan aku sendiri sentak berpikir, apa benar mereka rekan bisnis, mengapa hubungan mereka sepertinya begitu dekat, tak seperti orang lain diluar sana,, "H" yang sering kali menghubungi dia, setiap saat, chatting setiap waktu, bahkan aku sendiri yang akan menjadi istrinya tak seintensif dia, "H" yang menelvon seperti orang makan melebihi 3x seharinya, ktika dia telat membalas atau mengabarinya, Dia pasti langsung menghubungi, apa masih pantas ini disebut tmn bisnis?? Aku sendiri kadang jengkel, kadang menegur calon suamiku tapi yang ada malah aku yang dibentak, hm, sudahlah,

Ternyata pikiranku benar, mereka bukan hanya sekedar teman bisnis, calon suamiku ini dikenalkan oleh "H" keekeluarganya hingga merekapun akrab dan mengangkat ia jadi anaknya,, dan beberapa sebelum menikah, akhirnya mereka mengakui kepadaku kalau mereka memang dekat dan bukan hanya sekedar teman bisnis, mereka saling suka !! Dan ketika itu akupun tak berpikir panjang, aku mengatakan kepada "H" kalo memang kalian saling mencintai, baiklah,, biar aku yang mundur, aku akan tinggalkan mereka, namun mereka berdua mengelak, "H" dan calon suamiku memutuskan utk tidak melanjutkan hubungan mereka itu, lantas,, aku ini dianggap apa diantara mereka, mengapa seolah olah aku ga ada diantara mereka dan aku kira setelah ini mereka akan menjauh tapi aku salah, tak ada yang berubah, tetap saja seperti itu malah aku sendiri kaget ketika "H" akan datang dipernikahanku sebagai keluarga calon suamiku, aku tak paham apa yang terjadi, karna aku sendiri juga tak pernah berfikir akan seperti ini,

Hari itu datang,, hari pernikahanku, lantas orang yg ditunggu tak kunjung datang, gelisah yang aku lihat pada calon suamiku, bukan karena gugup akan ijab tapi gugup karena mereka belum datang, tapi apa ?? Setelah mereka datang acarapun berlangsung dan berubahlah semua, aku kira akan seperti itu tapi tidak,, suamiku ternyata sekarang mendahulukan mereka daripada aku yang jelas sekarang menjadi istrinya, ia berani meninggalkan aku hanya demi keluarga angkatnya yang baru kemaren sore ia kenal,, suamiku berani meninggalkan aku dirumah hanya demi membahagiakan keluarga tu, dihari acara pernikahan yang belum selesaipun mereka masih bisa membwa suamiku tanpa mengajakku, aku kira mereka akan mengganggap aku keluarga juga tapi tidak, aku kira "H" itu akan tau diri ternyata tidak,,

Setelah selesai acara akupun, "H" pun masih tetap menghubungi suamiku sekarang dengan modus sodara, tapi apa, "H" itu malah menjadi dan mengemis cinta ke suamiku, dan bodohnya suamiku melayani dan tidak memikirkan aku,, sejak hari itu jadilah aku no 2,,

Aku hanya prioritas yang kesekian oleh suamiku, ktika "H" meminta suamiku datang ke bandung, ia datang, sendiri !! Dengan alasan bisnis, alasan keluarganya, berbagai alasan suamiku lontarkan agar bisa kesana, aku ?? Aku hanya bisa mengiyakan dan membiarkan mereka karena dalam pikiranku mereka sekarang ga mungkin melanjutkan hubungan yang dulu, karena aku sudah menjadi istrinya dan sudah menjadi keluarga mereka juga,,

Tapi disitulah kebodohanku,
Aku pikir mereka akan biasa tapi ternyata setiap kali aku publish foto pernikahanku, "H"  langsung cemburu dan meminta kesuamiku utk menasehatiku agar tidak mempublish itu semua karena dia merasakan cemburu yang teramat dalam melihat itu semua, dan suamikupun mengiyakan dan akulah yang jadi penyebab semuanya, apa aku salah membagikan kebahagiaanku?? Aku diam memikirkan hati orang lain namun apa ada yang memikirkan perasaanku..??

Sejak itu aku baru sadar, sepertinya aku salah,aku bodoh, karena sekarang suamiku lebih memikirkan perasaan "H" tu dari aku, mendahulukan keluarga angkatnya itu dibanding aku, bagaimana aku tak merasa bodoh, ketika kami bertiga jalan, "H" berani saja memegang tangan suamiku didepanku, mengelus pipinya seakan menenangkan, dan aku hanya bisa diam, karena kalo aku bicara, bukannya dibela tapi malah akubyang dibentak, aku dicaci maki bahkan aku disakiti oleh tangan suamiku sendiri, hm,, posisiku salah sepertinya,,

Sebulan berlalu, pernikahan yang semua orang bahagia karenanya, aku malah mendapati sebaliknya, tak ada rasa bahagia sedikitpun yang aku dapat karena setelah menikahpun aku merasa tidak ada yang berubah, aku sepeti bukan siapa2 bagi mereka, dan setiap ada pertengkaran pasti karena suamiku yang membela "H" didepanku, ntah siapa istrinya, ntah siapa yang ia jaga perasaannya,, setiap aku publish foto kami, aku dibentak, lalu ketika "H" mengupload foto suamiku dan mengatakan i love you turn the moon and back, suamiku hanya diam dan mengatakan yaaa sudahlah, hak dia menulis apaa,, adilkah ini???

Tapi bukan sekedar itu saja, mereka berdua seakan sedang membuat cerita drama sendiri, mereka didepanku yang terlihat biasa, dibelakang beda, "H" yang didepanku mengatakan aku sebagai adiknya, dibelakangku malah mencaci aku dihadapan suamiku, "H" yang mengatakan sudah tak ada rasa lagi cuma sebatas sodara, dibelakangku malah mengemis cinta suamiku, dan suamiku yang didepanku mengatakan akan memutuskan komunikasi mereka malah jika aku tak ada mereka dalam diam tetap saja berhubungan, dan aku hanya sebagai boneka yang ada diantara mereka, yang sesuka hati mereka mainkan agar mereka tertawa lepas,,

Sekarang,, aku meminta suamiku memilih aku atau keluarga angkatnya itu, dan ternyata ia memilih keluarga,, setidaknya detik ini aku paham, mungkin pernikahan ini tak berarti baginya, dan aku,, mungkin hanya pilihan yang sudah tak lagi menjadi prioritasnya,, padahal sebenarnya "H" sudah menikah 8 th yll dan memiliki 2 orang anak laki2,, trs kenapa dia masih menginginkan suamiku???

Jumat, 31 Juli 2015

Semoga Allah menyentuh hatinya part 3

Gudnite everybody..^.^

Setiap waktu aku berfikir bagaimana harusnya aku dalam keadaan yang terjebak. Posisi yang ga menyenangkan yang aku rasa, aku berada di posisi yang mengetahui sedikit banyaknya yang sudah terjadi. tapi seberapa kuat aku bertahan dengan keadaan seperti ini. pernikahan yang ku idamkan selalu tertunda hingga waktu yang berjalan menyiksa bathin yang perlahan menyiksa diri ini. bukan tag mampu bersabar tapi seberapa lama aku harus bersabar lagi dengan waktu setahun tang sudah berlalu apa tag akan berakhir keadaan ini, setidaknya berubah sedikit saja..

13 Juli 2015...
ia kecelakaan dengan posisi malamnya aku dan dia berantem, sepertinya itu hal yang wajar dalam hubungan ini karena itu mungkin cuma bumbu tapi apa artinya jika itu hampir tiap hari, lelah, cape, semuanya udah mulai berasa.. yang tadinya cuma kata sekarang sikappun mulai tampak dari dirinya, seakan sepertinya aku ini mungkin hanya pilihan yang salah untuknya. Selalu salah dari aku yang ia bilang jika masalah itu terjadi.

Hari ini jam 01 malam ia menelvon dan ternyata dia dirumah sakit dengan keadaan yang babak belur habis dikeroyok oleh 11 orang. Bingung, kaget, ntah apa yang seketika aku rasa, yang aku tau secepat mungkin aku harus kesana, takut yang aku rasakan hilang seketika ketika ingin bertemu menjadi tujuanku saaat itu, tapi apa yang terasa dihati rasanya hancur ketika wanita itu memasang fotonya d DP bbmnya sedangkan aku tag tau keadaan dia sebenarnya seperti apa, rasanya ingin marah tapi keadaan tag memungkinkan, diam mungkin sikap yang tepat saat itu. Dan saat bertemu, tangispun tag dapat ditahan karena melihat keadaannya yang begitu,keadaan yang tag pernah terbayang bagiku.. Ia mengingatkan aku dengan keadaan yang sama dibeberapa tahun yang lalu.

ia memelukku dan menenangkan aku, meyakinkan aku bahwa dia baik, tapi sekuat apapun ia mengatakan baik baik saja itu adalah kebohongan kecil yang dia lakukan, aku tau ia berbohong tapi setidaknya aku sekarang berada disisinya, menemani dan merawatnya. Semua urusan aku coba selesaikan dan membawanya pulang. Semampuku akan merawatnya, tapi terbesit kecewa dalam hati ketika aku selalu ditanya oleh wanita itu yang mencoba memberikan perhatian lebih kepadanya.

Dia datang dan memanggil panggilan itu kepadanya, sakit hati ini serasa ingin memberitahu keadaan sebenarnya tapi nyatanya aku harus tetap diam karna dia sekarang berada dalam keadaan sakit. Tapi aku sudah tag mampu menahan lebih lama lagi, dan aku bukalah segalanya.. aku buka semua rahasia yang ada diantara kami, sakit yang dia rasakan mungkin tag sebanding dengan sakit aku yang menyiksa setiap harinya, dia sakit.. ia aku tau tapi cepat atau lambat dia memang harus tau semuanya ini agar tag lebih lama lagi kedaaan ini berlarut..

Sejak itu aku kira semua akan lebih baik tapi nyatanya dibalik aku mereka masih berkomunikasi dan bahkan seolah olah aku merasa aku berada ditengah mereka, kenapa aku yang jadi orang itu padahal sebenarnya dia orangnya bukan aku, dan herannya aku kenapa setiap aku bahas dia dan yang ada dia yang disanjung dan dibandingkan denganku yang mungkin tag punya apa apa. Sampai aku merasa semua ini ga adil, posisi yang benar bisa menjadi salah karena pengorbanan yang tag dinilai. 

Tapi sekarang perlahan keadaan membaik, meskipun aku tag tau dihati mereka ada apa, meskipun aku ga tau apa yang terjadi dibelakang aku, mungkin salahku dulu yang terlalu memberikan kepercayaan penuh hingga aku dikhianati, tapi maafku selalu ada untuknya hingga detik ini pun akupun memberikan maaf itu. 

Keadaan berubah sekarang, sedikit demi sedikit aku coba untuk memperbaikinya,, meskipun ada yang tersakiti dengan keadaan ini, kalaupun dia tersiksa mungkin aku dulu sudah merasakannya, fisik ini melemah karna tekanan batin yang tag kuat aku simpan lama.. semoga dengan begini, akan lebih baik kedepannya. apa yang diharapkan bisa terwujud. Dan maaf bagi yang tersakiti,, aku hanya mencoba mengungkapkan keadaan yang tag ia tau, karna sakit menahan perasaan itu sudah cukup bagiku, karna dibalik sakitku ia selalu berharap cintanya sedangkan aku mengharapkan semuanya dari dia.. terima kasih untuk semua dan maaf...

Kamis, 04 Juni 2015

semoga Allah menyentuhnya part II

Dear blogger,,  selamat siang,, masih mau baca blog aku kan,, ya sih masih bahas dia, cuma ga tau kenapa emang belum bisa Allah mengetuk hatinya yg begitu keras.. 

Aku percaya Allah itu ga tidur, Allah itu akan selalu menuntun kita, ntah kenapa setiap harinya ada aja kejadian kejadian yang membuat ku berfikir soal hubungan ini, meski aku tau baiknya diberhentikan tapi aku ga bisa, 

Aku yang selalu salah dimatanya, aku yang selalu mengemis kepastian kepadanya, seolah olah cuma aku yang berharap hubungan ini lebih jelas, Kenapa aku mengatakan hal ini, bukan tanpa alasan, tapi karna aku rasa dia hanya memberikan harapan palsu, "kita nikah bulan 5 ya syg",eh pas bulan 5, "kita tunda sampe abis lebaran ya syg" nah bentar lg kan mau lebaran, kita liat aja apa jadi, firasat sih bakal di tunda lagi, anehnya tiap aku bilang "kok diundur trus syg" jawabnya pasti tunda bukan berarti gagal,, selalu aja ada jawaban olehnya, kalo cuma aku yg dijanjikan ya aku bakal nunggu,  tapi menyedihkan banget ketika dia janjian itu ke aku, ternyata dia juga janjikan hal yang sama ke cewek selingkuhannya,,, aku rasanya ingin pergi dari kenyataan yang menyedihkan ini, aku pergi dari jakarta ke daerah yang rasanya bisa melupakan dia sejenak disini,  kangen, banget jawabnya, cuma harus bisa agar aku tau rasanya tanpa dia, biar aku beri dia waktu yang bebas untuk wanita lainnya, menyakitkan tapi itulah yang kini aku lalui,setiap hari dia ingin aku pulang tapi aku hanya bilang iya, belum ada kuberikan kepastian,,

Hal yang sudah kuduga sebelumnya, aku jauh dia malah bebas dengan wanitanya, terparah lagi wanita itu juga bakal meminta dia untuk menikahinya dan menemui keluarga nya, laki laki itu menjanjikan dalam waktu dekat ini,  sadarkah dia aku disini menantinya Tapi ia malah menjanjikan juga dengan wanita lain, dan wanita itu adalah temen ku sendiri yang cerita semuanya ke aku, diary,, tahukah kamu perasaanku, ketika semua orang ingin aku meninggalkan orang yang jahat sepertinya tapi aku ga bisa padahal aku sendiri tau semuanya sudah ga baik, tapi hatiku masih sajja bertahan, kadang logika dan hatiku sudah ga bisa nyambung, bisakah aku jadi manusia yang lupa segalanya,  kuat ga kuat tapi aku ga bisa seperti itu, ya Allah aku harus seperti apa, harus bagaimana, ga tau harus seperti apa lagi, diam menyiksa, berbicara apalagi,, 

ALLAH,,tetaplah bersamaku, jaga aku, tuntun aku ke jalan yang telah engkau tuliskan,, sekuat apapun aku hari ini,belum tentu nanti aku bisa tetap seperti ini,,, 


Rabu, 13 Mei 2015

semoga Allah menyentuh hatinya..

Malam blogger, lama sudah blog ini tag diisi, disela sela waktu kadang banyak hal yang mesti dipikirkan hingga hal kecil sering terabaikan...  tapi yang namanya hidup, tetep berjalan, suka ga suka tetep maju,, dan takkan pernah bisa mundur..

23 tahun sudah umurku,  mungkin seharusnya aku bisa tumbuh jadi wanita yang kuat, menata karier untuk masa depanku, wanita yang mulai beranjak mandiri dengan hidupnya sendiri,  yaa,, 23 tahun bagiku itu Bukan sekedar hidup biasa yang layaknya dirasakan wanita lain diluar sana, yang Jalan kesana kesini, shopping,  makan, nonton, foto foto,ketawa haha hihi, bukan,,!! bukan itu yang aku rasa,, aku merasakan banyak yang beda didiriku,

Aku yang sejak 2 tahun lalu jadi salah seorang anak dari keluarga yang broken home, yang pergi meninggalkan rumah dan coba hidup sendiri,  jauh dari perhatian keluarga itu yang aku inginkan,  karena sosok ayah yang aku banggakan dulu sudah punya kehidupan baru, yang akupun bukan menjadi prioritas beliau lagi seperti dulu, sosok ibu yang hanya membagi rasa sayang nya pada adikku saja,  lantas siapa lagi yang bisa aku jadikan panutan didalam rumah itu,

Aku pergi dari sana Untuk menata hidup ku sendiri,  tag perlu ada yang tau betapa sulitnya aku disini,  tak perlu ada yang tau bagaimana kuatnya aku hidup sendiri tanpa bimbingan orang tua, sakit senang akan ku rasa Sendiri disini, karna dalam hati ini rasanya sudah tag ada lagi rasa yang perlu dipikirkan lagi oleh mereka,  aku bisa hidup dengan pilihan ku sendiri,, �😃😃😀😄

Dan ternyata Allah tidak hanya melepaskan aku sendiri dikota besar ini, aku dipertemukan dengan orang orang hebat, orang yang kurasa Lebih peduli dengan hidupku daripada keluargaku sendiri,, menyedihkan bukan? Orang yg baru dikenal lebih peduli daripada keluarga sendiri,,

Tag sampai disitu,  kadang terlintas ide dalam otakku,  menikah.!!  Yaa menikah,,  mungkin dengan menikah aku bisa lebih baik, akan ada imam yang membimbingku,  yang menjagaku, yang menggantikan semua peran orang tuaku, tapi dengan Siapa?  Aku tak pernah ingin memiliki kekasih lagi, karna semenjak Waktu Itu aku merasa cinta cuma hanya akan menghabiskan segala nya, uang,waktu,energi, pikiran,. aku hanya ingin mencari laki-laki yang bukan hanya mencintaiku saat ini saja, tapi selama nya, yang mampu menerima ku apa adanya diriku,.

Dan Allah mengirimkan aku seorang pria, yang tag sengaja aku kenal,namun dia langsung meminangku, tapi aku tak mengenalnya dengan baik, siapa dia? Siapa keluarganya? Bagaimana kehidupan nya? Aku tak tau itu, tapi aku tak berfikir itu ,yang aku tau ada orang didepan ku sekarang yang menjawab segala inginku, aku yakin Allah mendengarkanku, Allah mungkin menjawab doaku dengan datangnya dia sekarang dalam hidupku, Sudah, jalani saja, mungkin suratannya seperti ini,semoga ini yg terbaik untuk ku,,

Hari demi hari berlalu,  sedikit banyak aku paham sifat dan kebiasaannya, aku tau tag ada yang sempurna didunia ini, dua orang manusia diciptakan berpasangan Untuk saling melengkapi,  apapun yg ada didalam dirinya yaa itulah adanya,,

Sampai ketika aku bertanya tentang keinginan dia yang ingin menikah dengan ku, ia menjawab waktu itu juga, bahagia hatiku karna mungkin waktu itu akan datang dan semuanya bisa berubah,  perlahan aku kenalkan ia dengan keluargaku agar ada restu untuk kami, tapi disaat yang bersamaan, hatiku hancur seketika,,

Disaat itu aku baru mengetahui ternyata bukan cuma aku yang dia cintai,  ada wanita lain yang ada dalam hubungan ini, wanita yang ada Sejak ia bersamaku, sandiwara kah semua Ini?  Apa ini cuma permainan baginya,,  kepercayaan yang aku beri ternyata seperti ini adanya,  pedih? Iya Namun aku bertahan,,

6bulan berlalu, Waktu semakin dekat tapi tag ada yang berubah, tetap bertiga, tag ad yang meninggalkan hubungan ini, seolah bertahan dengan keadaan yang sama sekali tag tau ini ujungnya seperti apa, berapa lama lagi akan seperti ini, siapa yang akhirnya akan maju dan siapa yang akan mundur,,

Bodoh?  Semuanya mengatakan aku wanita bodoh,  kenapa bertahan dengan orang yang jelas jelas didepanku sudah berkhianat, apa masih pantas ia dipertahankan, apa masih pantas ia dipercayai, kenapa orang yang aku harapkan bisa menjadi imamku ternyata ia berkhianat, kenapa ia tak meninggalkannya jika ia benar mencintaiku, apa masih pantas ini semua dilanjutkan dengan impian awalku bersamanya,

Hari hari terus berlalu, sampai 6bulan sejak kejadian itu tag ada Yang berubah,  tetep ia masih mempertahankannya dengan sejuta alasan,  hati mana yang bisa menerima kalau cinta nya dibagi, meski sejuta kali ia mengatakan cuma aku tapi aku tag percaya,, kesalahan yang ia perbuatan sama dengan kesalahan ayahku dulu yang membuatku membencinya,  apa tag ada lagi laki laki yang bisa dipercaya disaat ini?  Apa memang takdirku harus menjalani kisah yang ibuku rasakan,?

Jika air mata malam ini bisa mewakili rasaku, Biar lah,,setelah ia berhenti maka perihnya juga berhenti,  sakit fisik yang aku alami ini bukan semata mata karna aku lemah, tapi tag kuatnya batin ku merasakan rasa kecewa yang terus menerus menyiksaku,  aku ingin mundur tapi aku tag bisa, ingin maju akupun juga tidak bisa, karena terlalu jauh rasa cinta dalam hati,  hingga rasa kecewa yang dalam ini cuma bisa kutelan mesti pahit,

Aku tau Allah tag pernah tidur, tag pernah lengah terhadap umatnya,  dan hidupku sudah diatur oleh Nya,  aku hanya menjalaninya sebaik mungkin, sekuat hatiku,  aku hanya berharap yang terbaik dalam waktu dekat ini, karena mungkin waktu yang kuberikan Cukup rasanya,  perih yang kurasa kini tag hanya aku simpan dalam dalam,  tapi fisikku sedikit banyak memberi isyarat bahwa lemahnya hatiku sekarang Karna tag ada lagi rasanya yg bs kupercaya soal cinta,

Waktu yang akan menjawab siapa yang akan bertahan dalam hubungan ini, waktu yang akan memberikan pengertian kepadanya jikalau aku yang kuat dulu sekarang mulai lemah, bukan mengharapkan rasa kasihan tapi memberikan arti semoga keadaan ini tag berlarut lebih lama lagi,,

Jangan biarkan rasa cinta itu memudar jadi rasa tag peduli,  jangan biarkan Waktu yang berlalu membuatnya semakin menjadi sebuah harapan palsu,, aku bertahan karna janjimu,  aku percaya bukan karna ucapanmu tapi aku berharap semua yang kau lakukan adalah buktinya,  biar aku perkuat rasa ini dengan keyakinanku,, aku percaya tag ada yang sia sia,, apapun yang kujalani pasti ada hikmahnya..

Semoga Allah menyentuh hatinya,,💂