Rabu, 13 Mei 2015

semoga Allah menyentuh hatinya..

Malam blogger, lama sudah blog ini tag diisi, disela sela waktu kadang banyak hal yang mesti dipikirkan hingga hal kecil sering terabaikan...  tapi yang namanya hidup, tetep berjalan, suka ga suka tetep maju,, dan takkan pernah bisa mundur..

23 tahun sudah umurku,  mungkin seharusnya aku bisa tumbuh jadi wanita yang kuat, menata karier untuk masa depanku, wanita yang mulai beranjak mandiri dengan hidupnya sendiri,  yaa,, 23 tahun bagiku itu Bukan sekedar hidup biasa yang layaknya dirasakan wanita lain diluar sana, yang Jalan kesana kesini, shopping,  makan, nonton, foto foto,ketawa haha hihi, bukan,,!! bukan itu yang aku rasa,, aku merasakan banyak yang beda didiriku,

Aku yang sejak 2 tahun lalu jadi salah seorang anak dari keluarga yang broken home, yang pergi meninggalkan rumah dan coba hidup sendiri,  jauh dari perhatian keluarga itu yang aku inginkan,  karena sosok ayah yang aku banggakan dulu sudah punya kehidupan baru, yang akupun bukan menjadi prioritas beliau lagi seperti dulu, sosok ibu yang hanya membagi rasa sayang nya pada adikku saja,  lantas siapa lagi yang bisa aku jadikan panutan didalam rumah itu,

Aku pergi dari sana Untuk menata hidup ku sendiri,  tag perlu ada yang tau betapa sulitnya aku disini,  tak perlu ada yang tau bagaimana kuatnya aku hidup sendiri tanpa bimbingan orang tua, sakit senang akan ku rasa Sendiri disini, karna dalam hati ini rasanya sudah tag ada lagi rasa yang perlu dipikirkan lagi oleh mereka,  aku bisa hidup dengan pilihan ku sendiri,, �😃😃😀😄

Dan ternyata Allah tidak hanya melepaskan aku sendiri dikota besar ini, aku dipertemukan dengan orang orang hebat, orang yang kurasa Lebih peduli dengan hidupku daripada keluargaku sendiri,, menyedihkan bukan? Orang yg baru dikenal lebih peduli daripada keluarga sendiri,,

Tag sampai disitu,  kadang terlintas ide dalam otakku,  menikah.!!  Yaa menikah,,  mungkin dengan menikah aku bisa lebih baik, akan ada imam yang membimbingku,  yang menjagaku, yang menggantikan semua peran orang tuaku, tapi dengan Siapa?  Aku tak pernah ingin memiliki kekasih lagi, karna semenjak Waktu Itu aku merasa cinta cuma hanya akan menghabiskan segala nya, uang,waktu,energi, pikiran,. aku hanya ingin mencari laki-laki yang bukan hanya mencintaiku saat ini saja, tapi selama nya, yang mampu menerima ku apa adanya diriku,.

Dan Allah mengirimkan aku seorang pria, yang tag sengaja aku kenal,namun dia langsung meminangku, tapi aku tak mengenalnya dengan baik, siapa dia? Siapa keluarganya? Bagaimana kehidupan nya? Aku tak tau itu, tapi aku tak berfikir itu ,yang aku tau ada orang didepan ku sekarang yang menjawab segala inginku, aku yakin Allah mendengarkanku, Allah mungkin menjawab doaku dengan datangnya dia sekarang dalam hidupku, Sudah, jalani saja, mungkin suratannya seperti ini,semoga ini yg terbaik untuk ku,,

Hari demi hari berlalu,  sedikit banyak aku paham sifat dan kebiasaannya, aku tau tag ada yang sempurna didunia ini, dua orang manusia diciptakan berpasangan Untuk saling melengkapi,  apapun yg ada didalam dirinya yaa itulah adanya,,

Sampai ketika aku bertanya tentang keinginan dia yang ingin menikah dengan ku, ia menjawab waktu itu juga, bahagia hatiku karna mungkin waktu itu akan datang dan semuanya bisa berubah,  perlahan aku kenalkan ia dengan keluargaku agar ada restu untuk kami, tapi disaat yang bersamaan, hatiku hancur seketika,,

Disaat itu aku baru mengetahui ternyata bukan cuma aku yang dia cintai,  ada wanita lain yang ada dalam hubungan ini, wanita yang ada Sejak ia bersamaku, sandiwara kah semua Ini?  Apa ini cuma permainan baginya,,  kepercayaan yang aku beri ternyata seperti ini adanya,  pedih? Iya Namun aku bertahan,,

6bulan berlalu, Waktu semakin dekat tapi tag ada yang berubah, tetap bertiga, tag ad yang meninggalkan hubungan ini, seolah bertahan dengan keadaan yang sama sekali tag tau ini ujungnya seperti apa, berapa lama lagi akan seperti ini, siapa yang akhirnya akan maju dan siapa yang akan mundur,,

Bodoh?  Semuanya mengatakan aku wanita bodoh,  kenapa bertahan dengan orang yang jelas jelas didepanku sudah berkhianat, apa masih pantas ia dipertahankan, apa masih pantas ia dipercayai, kenapa orang yang aku harapkan bisa menjadi imamku ternyata ia berkhianat, kenapa ia tak meninggalkannya jika ia benar mencintaiku, apa masih pantas ini semua dilanjutkan dengan impian awalku bersamanya,

Hari hari terus berlalu, sampai 6bulan sejak kejadian itu tag ada Yang berubah,  tetep ia masih mempertahankannya dengan sejuta alasan,  hati mana yang bisa menerima kalau cinta nya dibagi, meski sejuta kali ia mengatakan cuma aku tapi aku tag percaya,, kesalahan yang ia perbuatan sama dengan kesalahan ayahku dulu yang membuatku membencinya,  apa tag ada lagi laki laki yang bisa dipercaya disaat ini?  Apa memang takdirku harus menjalani kisah yang ibuku rasakan,?

Jika air mata malam ini bisa mewakili rasaku, Biar lah,,setelah ia berhenti maka perihnya juga berhenti,  sakit fisik yang aku alami ini bukan semata mata karna aku lemah, tapi tag kuatnya batin ku merasakan rasa kecewa yang terus menerus menyiksaku,  aku ingin mundur tapi aku tag bisa, ingin maju akupun juga tidak bisa, karena terlalu jauh rasa cinta dalam hati,  hingga rasa kecewa yang dalam ini cuma bisa kutelan mesti pahit,

Aku tau Allah tag pernah tidur, tag pernah lengah terhadap umatnya,  dan hidupku sudah diatur oleh Nya,  aku hanya menjalaninya sebaik mungkin, sekuat hatiku,  aku hanya berharap yang terbaik dalam waktu dekat ini, karena mungkin waktu yang kuberikan Cukup rasanya,  perih yang kurasa kini tag hanya aku simpan dalam dalam,  tapi fisikku sedikit banyak memberi isyarat bahwa lemahnya hatiku sekarang Karna tag ada lagi rasanya yg bs kupercaya soal cinta,

Waktu yang akan menjawab siapa yang akan bertahan dalam hubungan ini, waktu yang akan memberikan pengertian kepadanya jikalau aku yang kuat dulu sekarang mulai lemah, bukan mengharapkan rasa kasihan tapi memberikan arti semoga keadaan ini tag berlarut lebih lama lagi,,

Jangan biarkan rasa cinta itu memudar jadi rasa tag peduli,  jangan biarkan Waktu yang berlalu membuatnya semakin menjadi sebuah harapan palsu,, aku bertahan karna janjimu,  aku percaya bukan karna ucapanmu tapi aku berharap semua yang kau lakukan adalah buktinya,  biar aku perkuat rasa ini dengan keyakinanku,, aku percaya tag ada yang sia sia,, apapun yang kujalani pasti ada hikmahnya..

Semoga Allah menyentuh hatinya,,💂